Budaya Lokal Banten Mencerminkan Kearifan Lokal,Spiritualitas dan Penghormatan Terhadap Leluhur

  • Bagikan
Bantenesia.com- Budaya lokal Banten sangat beragam, berakar pada tradisi Islam yang kuat dan adat kesundaan, mencakup kesenian ekstrim seperti Debus, bela diri Pencak Silat, tarian tradisional (Cokek, Saman), alat musik Angklung Buhun, serta adat istiadat Suku Baduy yang menjaga tradisi anti modernisasi. Kebudayaan ini mencerminkan kearifan lokal, spiritualitas, dan penghormatan terhadap leluhur.
Berikut adalah macam-macam budaya lokal di Banten:
  • Seni Pertunjukan dan Kesenian:
    • Debus: Seni bela diri pertunjukan yang menonjolkan kekebalan tubuh terhadap senjata tajam atau api, berkembang sejak abad ke-16.
    • Pencak Silat: Seni bela diri tradisional yang mengakar kuat di Banten.
    • Rampak Bedug: Seni perkusi menggunakan bedug yang dipukul bersamaan.
    • Angklung Buhun: Alat musik bambu tradisional yang muncul sekitar 1745 di Banten Selatan.
    • Ubrug: Teater rakyat yang memadukan komedi, musik, dan tarian.
    • Seni Lainnya: Tari Cokek, Tari Topeng, Seni Terbang Gede, Patingtung, dan Dzikir Mulud.
  • Adat Istiadat dan Tradisi:
    • Suku Baduy: Masyarakat adat di Pegunungan Kendeng, Kanekes, yang hidup tradisional dan menolak teknologi modern.
    • Seba Baduy: Tradisi masyarakat Baduy berjalan kaki mengunjungi pemerintah pusat (Banten) untuk menyerahkan hasil bumi.
    • Seren Taun: Upacara adat masyarakat agraris sebagai rasa syukur atas hasil panen.
    • Pesta Laut: Tradisi nelayan di pesisir sebagai bentuk syukur.
  • Warisan Kebudayaan Fisik:
  • Bahasa dan Pakaian:
    • Bahasa Banten: Menggunakan dialek khas yang merupakan turunan dari bahasa Sunda Kuno.
    • Pakaian Adat: Baju koko (untuk pria) dan kebaya (untuk wanita).
Kebudayaan ini, termasuk nilai-nilai yang ada di dalamnya, masih terus lestari di tengah arus modernisasi.
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *