02
Thu, Jul

(Foto: Istimewa).*

News
Typography
  • Smaller Small Medium Big Bigger
  • Default Helvetica Segoe Georgia Times

KOTA TANGERANG - Puskesmas Sukasari menjelaskan terkait beredarnya video seorang pengemudi ojek daring yang mengaku jika isteri yang bersangkutan tidak mendapat perawatan setelah divonis positif Covid-19.

Kepala Puskesmas Sukasari, dr. Efi Handayani, menjabarkan kronologis penanganan pasien Covid-19 yang kini tinggal di wilayah Kelurahan Babakan, Kecamatan Tangerang.

"Pasien pindah dari tempat tinggalnya di daerah Solear, Kabupaten Tangerang, karena ayahnya meninggal dengan status positif Covid-19,".

"Setelah pindah, pasien tersebut dan juga keluarganya di Rapid Test kemudian hasilnya reaktif," ujar Kapus Sukasari di Puskesmas Sukasari, Kota Tangerang, Kamis (4/6).

"Awalnya pasien tersebut di golongan OTG karena tidak ada gejala yang dirasa," tambahnya.

Walaupun bukan warga Kota Tangerang, Efi mengungkapkan Pemkot tetap merawat pasien tersebut dengan standar pelayanan yang bisa dilakukan oleh Puskesmas.

"Kami sudah berikan obat kepada pasien secara berkala sejak tanggal 2 Mei 2020 selama 10 hari hingga 12 Mei 2020," jabarnya.

Efi menambahkan, pihak Puskesmas Sukasari juga telah membantu pengurusan BPJS Kesehatan milik pasien agar kembali aktif dan dapat digunakan melalui surat yang dikirimkan ke Puskesmas Solear.

"Karena status BPJS-nya mati, kami kirim surat ke Puskesmas Solear agar dibantu prosesnya," jelasnya.

Sementara itu, J (31) yang merupakan pasien positif Covid-19 membenarkan tentang status BPJS Kesehatannya yang hingga kini belum diaktifkan kembali.

"Benar, BPJS-nya sekarang masih belum aktif " tukasnya. https://www.tangerangkota.go.id/ ) (*)