05
Fri, Jun

(Foto: Istimewa).*

News
Typography
  • Smaller Small Medium Big Bigger
  • Default Helvetica Segoe Georgia Times

PANDEGLANG - Anggota DPR-RI Fraksi Partai Golkar, Daerah Pemilihan (Dapil) Banten I (Kabupaten Lebak-Pandeglang) Hj. Adde Rosi Khoerunnisa melaksanakan reses ditengah Pandemi Virus Covid-19. Kegiatan reses kali ini tak lagi dilaksanakan secara dialogis untuk menyerap aspirasi program-program masyarakat.

Seperti yang dilakukan Anggota Komisi III, dari Partai Golkar, Adde Rosi, atau yang akrab di sapa Ibu Aci, model resesnya dimasa Pandemi Covid-19 ini dengan turun langsung melakukan kegiatan sosial, membagi-bagikan beras, hand sanitizer dan masker kepada warga yang terdampak Virus Corona, di Kampung Kadu Pinang, Desa Sodong, Kecamatan Saketi, Kabupaten Pandeglang.

“Meski bantuan yang saya berikan tidak cukup banyak dan tidak bisa memenuhi semua kebutuhan sehari-hari masyarakat, tapi saya harap bantuan ini bisa meringankan sedikit beban masyarakat yang terkena dampak Virus Covid-19,” katanya, Kamis (14/5).

Adde Rosi juga himbauan kepada warga agar mematuhi anjuran pemerintah untuk membantu memutus mata rantai penyebaran Virus asal Kota Wuhan, China, dengan menjaga kesehatan, kebersihan, mencuci tangan, dilarang keluar rumah kalau tidak perlu, menghindari tempat kerumunan dan dan mudah-mudahan Pandemi Virus Corona cepat berakhir.

Ahmad Sanusi, salah satu warga yang mendapatkan bantuan beras mengadu kepada Adde Rosi agar pemerintah pusat bisa lebih memperhatiakan masyarakat yang benar-benar membutuhkan bantuan. Serta dirinya menilai jika bantuan program pemerintah pusat, berupa sembako dan uang tunai belum tepat sasaran.

“Saya harap Ibu bisa menyampaikan keluhan kami, warga Kadu Pinang, Desa Sodong, Kecamatan Saketi, Kabupaten Pandeglang yang benar-benar tidak mendapatkan bantuan sama sekali lagi dari pemerintah pusat, baik sembako maupun uang tunai yang diberikan tiap bulannya,” aduannya.

Sanusi menjelaskan jika di kampungnya dirinya bekerja sebagai buruh tani, seperti sayur mayur, beras, buah kelapa dan lain-lain, yang menjual hasil taninya ke kota agak susah, tidak lancar seperti sebelum Pandemi Virus Corona.

“Sekarang agak sulit untuk menjual hasil kebun kami bu, karna biasanya seminggu sekali kami menjual, sekarang bisa satu bulan baru bisa menjual, karena pasokan di kota masih banyak” jelasnya. (*)