05
Fri, Jun

(Foto: Istimewa).*

News
Typography
  • Smaller Small Medium Big Bigger
  • Default Helvetica Segoe Georgia Times

SERANG - Jamin ketersediaan Gas LPG 3kg pada masa pandemi corona Covid-19 dan selama bulan Ramadhan. Hiswana Migas DPC Banten himbau warga mampu untuk tidak ikutan komsumsi gas bersubsidi.

Hal tersebut dikatakan Kepala Bidang Gas Elpiji Hiswana Migas DPC Banten Yudi Lukman pada wartawan di kantornya, Rabu, (6/5).

Yudi menerangkan, pada prinsipnya, Pertamina dan Hiswana Migas DPC Banten menjamin ketersediaan stok gas melon 3kg di tengah pandemi covid-19 dan bulan Ramadhan saat ini, khususnya untuk seluruh wilayah DPC banten yang meliputi Kabupaten Lebak, Kabupaten Pandeglang, Kota Serang, Kota Cilegon dan juga Kabupaten Serang, terutama dalam memasuki bulan puasa dan menjelang hari raya tahun ini.

"Dalam menjaga stok yang ada, pada bulan April kemaren pihak Pertamina telah menggelontorkan extra droping untuk wilayah kabupaten Serang saja sebanyak 450 persen dari alokasi harian atau dengan total tabung yang digelontorkan selama bulan April sebanyak 157.500 tabung, dan untuk bulan Mei kami juga menggelontorkan dari tanggal 1 sampai dengan 17 mei nanti sebanyak 300 persen menurut alokasi harian, jadi jumlah tabungnya khusus untuk bulan Mei ini saja sampai dengan akhir minggu ini kita bisa diserap sebanyak 105.000 tabung yang digelontorkan, belum lagi untuk wilayah kabupaten dan kota lainnya," ungkapnya.

Dalam menjaga pasokan dan ketersediaannya ditingkat bawah, Yudi menjelaskan bahwa pihaknya juga telah membuat satgas dari tiap tiap agen yang ada di wilayah guna lakukan pengawasan.

"Satgas tersebut kita buat dari tiap agen yang kita wajibkan untuk membuat satgas ditiap pangkalannya minimal tiga pangkalan tiap agen guna lebih terjangkau," jelasnya.

Selain itu, terang Yudi, guna memudahkan masyarakat dan menjaga ketersediaan stok gas 3kg, seluruh SPBU yang ada juga diharuskan untuk bisa melayani masyarakat jika ada yang ingin membeli gas 3kg langsung dan SPBU tersebut khusus menyediakan gas 3kg.

"SPBU kita berdayakan, kita stok keberadaan gas 3kg untuk melayani masyarakat dan tidak melayani pengecer, tidak boleh menjual selain pengguna langsung rumah tangga atau UMKM, hal ini kita lakukan guna melayani masyarakat, kami terus memonitor mengantisipasi supaya dampak dari pandemi covid-19 ini tidak menjadi masalah dalam kelangkaan gas LPG 3kg ini, terlebih lagi di bulan ramadhan ini dimana banyak sekali aktifitas masyarakat dalam masak memasak, dan nanti juga dalam waktu dekat menjelang Idul Fitri, kita juga akan buat satgas sampai dengan 14 hari setelah lebaran, kita akan tetap fokus dengan tugas kami masing-masing untuk menjaga keberadaan gas 3kg dipasaran, terlebih di dalam area-area yang cukup luas seperti kabupaten serang." terangnya.

Jadi, Yudi menghimbau, masyarakat tidak perlu khawatir dengan keberadaan LPG gas 3kg, karena pihaknya selalu memantau dan selalu koordinasi dilapangan dan akan segera secepat mungkin mengambil langkah tindakan untuk memenuhi, bilamana terjadi kelangkaan yang terjadi dan apabila nanti pada H+14 pun dampak pendemi Covid-19 ini masih berlangsung dan mengharuskan pihaknya tetap siaga dalam stok ketersediaan gas khususunya 3kg, Pertamina dan Hiswana Migas DPC Banten siap menjalankan tugas untuk memonitoring ketersediaan seluruh barang LPG gas 3kg dipasaran.

"Kami juga menghimbau pada masyarakat khususnya pada seluruh masyarakat golongan atas yang memang mampu dan tidak diperkenankan untuk memakai barang bersupsidi untuk tidak membeli gas 3kg yang mang dioeruntukkan untuk orang miskin, mempunyai kesadaran untuk membeli barang yang non subsudi seperti barang yang telah kita sediakan dipertamina brett gas yang ukuran 5,5kg dan 12kg, karna bilamana ada pemakaian dari masyarakat yang kelas menengah keatas dengan gas bersupsidi 3kg dipasaran akan mempunyai dampak pada orang orang yang tidak mampu pada saudara saudara kita yang masih berkekurangan."tandasnya. (*)