07
Tue, Apr

(Foto: Istimewa)

News
Typography
  • Smaller Small Medium Big Bigger
  • Default Helvetica Segoe Georgia Times

LEBAK - Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi Golkar. Adde Rosi Khoerunnisa menegaskan jika Cukongatau Gurandil penambangan emas tanpa izin (PETI) di Kabupaten Lebak, Banten harus segera ditangkap.

Aktivitas tambang emas ilegal yang berada di Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS) tersebut, sebelumnya dituding sebagai penyebab banjir bandang yang menerjang Kabupaten Lebak pada 1 Januari 2020.

Hal itu diungkapkan Adde Rosi Khoerunnisa saat kunjungan kerja pada masa reses sidang kedua ke Desa Cemplang, Kecamatan Warung Gunung, Kabupaten Lebak, Selasa (10/03).

Adde Rosi juga menegaskan jika Bareskrim dan Polda Banten telah menetapkan beberapa tersangka. Tetapi yang menjadi permasalahan, tersangka ini saya rasa bukan tersangka utama, melainkan penambang kecil.

"Bukan bos besar, bukan Cukongnya, oleh karena itu tentu saya selaku anggota Komisi 3 DPR RI Dapil Banten I mendorong agar Mabespolri dan Polda Banten, untuk tegas dan tidak bermain-main terhadap cukong-cukong besar tambang emas ini," tegasnya.

Solusinya Kita harapkan agar para penambang kecil, penambang liar atau penambang gurandil, mereka itu bisa bekerja kepada penampang penampang besar yang sudah memiliki izin di Kementerian, sehingga aktivitas mereka tidak tidak menyalahi aturan.

"Kedepannya kajian terakhir bencana alam juga pasti akan dilakukan kajian yang memang lebih komprehensif kepada Kementerian terkait," ucapnya.

Selain itu, Adde Roai juga menambahkan jika selain keluhan warga terkait kasus penambangan emas ilegal yang menyebabkan banjir bandang, ada juga beberapa masukan yang dirinya terima dan ada beberapa masukan juga, yang merupakan aspirasi dari Komisi lain, yang nanti akan disampaikan kepada rekan-rekan dikomisi lain yang satu fraksi Golkar.

Rencananya, Kamis (12/03) mendatang, Adde Rosi beserta anggota komisi 3 lainnya akan Rapat dengan Pak Kapolda, kepala Kanwil Kementerian Hukum dan HAM, kepala BNN dan Kepala Pengadilan Tinggi Provinsi Banten, yang merupakan mitra kerja komisi III.

"Nanti saya akan langsung tanyakan kepada Pak Kapolda, dan apabila memang ada indikasi bermain-main atau memang bila tidak serius menangani kasus ini, kita akan berikan pengawasan dan arahan, karena memang sebagaimana arahan dari Pak Kapolri," katanya.

Adde Rosi juga menambahkan jika apabila ada pejabat insitusi kepolisian yang bermain-main dalam kasus apa pun itu, ditambah kasus yang menyangkut banyak orang, dalam hal ini penambangan ilegal yang mengakibatkan bencana alam dan banyak memakan korban.

"Saya akan tunggu bagaimana hasilnya dan saya ingin mengetahui seperti apa hasil dari Pak Kapolda terkait pertambangan di Kabupaten Lebak," ucapnya.

Sebelumnya Polda Banten menetapkan empat orang tersangka kasus penambangan emas tanpa izin (PETI) di Kabupaten Lebak, merupakan pemilik lubang tambang dan pengolahan emas ilegal, berinisial Ja, En, Su, dan To.

Operasi tambang ilegal dan pengolahan emas yang dikelola oleh keempatnya, tersebar di sejumlah kecamatan di Kabupaten Lebak. Di mana dua di antaranya berada di Cipanas dan Lebak Gedong. Namun, keempat tersangka saat ini masih buron.

Pihak kepolisian Banten masih melakukan pengejaran. Sementara status tersangka ditetapkan berdasarkan keterangan saksi serta dua alat bukti yang diperoleh pihak kepolisian. (*)