04
Sat, Jul

(Foto: Istimewa)

News
Typography
  • Smaller Small Medium Big Bigger
  • Default Helvetica Segoe Georgia Times

LEBAK - Para nelayan di Binuangeun Kecamatan Wanassalam Kabupaten Lebak Banten mengeluh, dengan adanya peraturan dari Dinas Kelautan dan Perikanan di Wilayah Banten Selatan.

Dari keterangan Salah satu nelayan, dirinya merasa keberatan untuk mendapatkan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis Bio solar di wilayah Dermaga Pelabuhan Muara Binuangeun Kecamatan Wanasalam, lantaran rumitnya proses yang harus di tempuh.

Menurut informasi, para nelayan harus mendapat persetujuan dari Dinas Kelautan dan Perikanan di Wilayah Banten Selatan, agar bisa mendapatkan Bio Solar. Sedangkan, jika hari sabtu dan minggu, Kantor Dinas Kelautan dan Perikanan di Wilayah Banten Selatan tidak melaksanakan pelayanan (Tutup).

Hal ini membuat para nelayan di Binuangen, terpaksa harus membeli solar di Luar Dermaga dengan harga yang cukup tinggi. Selain itu, persoalan ini juga membuat sebagian para nelayan di sekitar tidak bisa melaut, karena tidak mampu untuk membeli bio solar dengan harga yang tinggi.

"Saya merasa keberatan dengan adanya aturan yang dibuat oleh DKP, karena ini menyulitkan kami untuk mendapatkan Solar. Saya ini nelayan kecil yang melaut tiap hari dan membutuhkan solar 10 liter," Kata Tarmedi, Salah seorang nelayan warga Desa Muara Kecamatan Wanasalam.

Masih Tarmedi, "Untuk mendapatkan solar tersebut kami harus mendapatkan tanda tangan dulu dari petugas DKP, sedangkan hari Sabtu dan Minggu kantor DKP tutup, jadi kami tidak bisa beli solar dan terpaksa kami tidak melaut," Keluhnya.

Saat dikonfirmasi, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Banten mengatakan, tidak mengetahui adanya kesulitan untuk mendapatkan subsidi solar yang dirasakan para nelayan di Binuangeun.

"Saya tidak tau, informasi ini Baru tau dari rekan-rekan," Kata Ir.Suyitno, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Banten, saat ditemui di Kantornya, di Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten, Jumat (14/2).

Suyitno menambahkan, bahwa pihaknya mengaku selalu berkoordinasi dengan pihak pertamina, soal pasokan subsidi ke dermaga pelabuhan muara yang ada di wilayah banten selatan.

"Saya selalu koordinasi soal pasokan bahan bakar subsidi untuk di wilayah selatan untuk para nelayan, ya semua ini agar masyarakat di wilayah sana sejahtera," tutupnya. (*)