04
Sat, Jul

(Foto: Istimewa)

News
Typography
  • Smaller Small Medium Big Bigger
  • Default Helvetica Segoe Georgia Times

LEBAK - Anggota DPR-RI Fraksi Partai Golkar Dapil Banten I Kabupaten Lebak - Pandeglang, Adde Rosi Khoerunnisa tengah gencar melakukan sosialisasi Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika.

Hal itu disampaikan Adde Rosi saat melakukan sosialisasi Empat Pilar di Gedung serbaguna Kampus Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Stiabudhi Rangkasbitung, Jumat (07/02).

Adde Rosi menegaskan, empat pilar kebangsaan yakni Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika, dan NKRI wajib diketahui semua rakyat Indonesia, khususnya para generasi muda sebagai generasi penerus bangsa.

"Pilar pertama adalah Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara, Undang - Undang Dasar NKRI tahun 1945 sebagai konstitusi negara, NKRI sebagai bentuk negara, dan pilar Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan negara," kata Adde Rosi saat sambutan.

Adde Rosi berharap, momen sosialisasi ini akan membangkitkan semangat masyarakat untuk terus mempererat persatuan dan kesatuan bangsa demi keutuhan NKRI.

"Empat pilar tersebut untuk memperkokoh persatuan, kesatuan berbangsa dan bernegara.Nantinya kita akan hidup berdampingan dengan rukun dalam bingkai NKRI" ujarnya.

Di depan puluhan pemuda dan masyarakat yang hadir dalam sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan, Adde Rosi mengungkapkan bahwa sosialisasi Empat Pilar kebangsaan berguna untuk menangkal radikalisme dan terorisme.

''Kenapa harus dilaksanakan sosialiasi 4 Pilar? Karena sudah tidak ada lagi penataran Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (P4),'' kata Adde Rosi.

"Ini berguna untuk menahan paham-paham radikal, seperti tindakan terorisme," sambungnya.

Terorisme itu, lanjut Adde Rosi, tidak benar dan tidak sesuai dengan Pancasila.

Adde Rosi juga mengatakan, dalam sosialisasi Empat Pilar MPR ini juga terkandung nilai Bhinneka Tunggal Ika. Nilai ini akan meminimalisir fanatisme kedaerahan dan keagamaan  yang kerap membawa isu SARA untuk kepentingan tertentu.

"Sosialisasi Empat Pilar MPR juga perlu ditanamkan untuk mencegah pejabat negara korupsi. Indonesia juga menghadapi tantangan penegakkan hukum yang tidak optimal, dan persaingan antar negara dalam era globalisasi," katanya.

Adde Rosi berharap, kegiatan sosialisasi kali ini bisa mempererat dan meningkatkan nasionalisme generasi muda bangsa, sehingga mereka mampu mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.

“Dengan begitu, segala bentuk tindakan yang menyimpang seperti radikalisme dan korupsi yang dapat merusak mental bangsa Indonesia bisa diminimalisir,” katanya. (*)