02
Thu, Jul

Bupati Serang saat launching Beras Jaseng.* (Foto: Istimewa)

News
Typography
  • Smaller Small Medium Big Bigger
  • Default Helvetica Segoe Georgia Times

SERANG - Kabupaten Serang masih menjadi salah satu daerah lumbung pertanian di Indonesia. Pada 2018, produksi padi, jagung, dan kedelai (pajale) mencapai target dan mengalami surplus

Pencapaian produksi hasil pertanian yakni, produksi padi dari target 520.105 ton gabah kering giling (gkg) tercapai 524.228 ton gkg, produksi jagung dari target 2.121 ton tercapai 6.395 ton, produksi kedelai dari target 757 ton tercapai 1.206 ton, bawang merah dari targetĀ  766 ton tercapai 1.937 ton, dan cabai merah dari target 2.218 ton tercapai 1.941 ton.

Pencapaian produksiĀ  tersebut didukung oleh fasilitasi bantuan alsintan kepada kelompok petani (poktan) dari tahun 2016 hingga 2018 sebanyak 542 unit. Terdiri dari 308 unit traktor roda dua dan 234 unit pompa air. Selain fasilitasi bantuan alsintan, disediakan juga pupuk bersubsidi sebanyak 23.513 ton terdiri dari pupuk urea, npk, dan pupuk organik.

Senin (13/1), Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah meresmikan Sentra Pelayanan Pertanian Padi Terpadu (SP3T), bantuan dari Direktorat Pengolahan dan Pemasaran Hasil Tanaman Pangan (PPHTP) Kementerian Pertanian. Melalui SP3T ini, diproduksi beras lokal dengan merek Beras Jawara Serang (Jaseng).

Beras Jaseng dipasarkan untuk para aparatur sipil negara (ASN) Kabupaten Serang, pasar lokal dan disuplai ke sejumlah daerah di Pulau Jawa. Bukan hanya itu, Beras Jaseng dimanfaatkan untuk masyarakat penerima bantuan non tunai, baik dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah. AYO DUKUNG PRODUK LOKAL, BELI BERAS JASENG. (*)