06
Sat, Jun

Hj. Adde Rosi Ketua PMI Kota Serang menyerahkan bantuan kepada korban musibah banjir bandang, Desa Sukasari, Kecamatan Cipanas, Lebak, Banten. Sabtu, (4/1).* (Foto: Istimewa)

News
Typography
  • Smaller Small Medium Big Bigger
  • Default Helvetica Segoe Georgia Times

LEBAK - Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Serang Hj. Adde Rosi Khoerunnisa memberikan bantuan untuk para korban banjir bandang di Kabupaten Lebak, Sabtu (04/01).

Bantuan tersebut diserahkan Kepala Desa Sukasari, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Lebak, yang diketahui terdampak banjir paling banyak. Bantuan yang diberikan PMI Kota Serang berupa sembilan bahan pokok (sembako). Selain itu, ada juga selimut dan lain sebagainya.

Selain memberikan bantuan berupa sembako, PMI Kota Serang juga membuka Posko pengobatan gratis bagi para korban banjir bandang.

“PMI Kota Serang, bersama relawan turut berduka cita kepada warga Lebak yang terkena dampak banjir bandang. Semoga berbagai bantuan yang disalurkan bisa membantu dan meringankan beban para korban banjir bandang,” kata Adde Rosi.

Sebelumnya PMI Kota Serang juga melakukan langkah-langkah konstruktif guna memberikan bantuan kepada para korban dengan menerjunkan para relawan ke lokasi-lokasi desa yang terkena dampak banjir bandang.

Selain bantuan dari PMI Kota Serang, Bank Jabar Banten (BJB) juga ikut memberikan bantuan berupa sembako dan sarung untuk para korban yang disalurkan melalui PMI Kota Serang.

"Selain bantuan dari PMI, ada juga bantuan dari Bank BJB yang disalurkan melalui kita, karena pihak BJB kurang mengehatui lokasi yang terkena dampak banjir, jadi tadi bareng bersama rombongan dari PMI Kota Serang," katanya.

Sri Murhatin, salah satu warga Kampung Nunggul, Desa Sukasari, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Lebak mengatakan jika dirinya sangat berterima kasih kepada PMI Kota Serang dan juga relawan yang dari hari pertama membantu para warga yang rumahnya terkena dampak banjir bandang.

"Terima kasih kepada PMI atas bantuannya, serta posko pengobatan gratis bagi kami para warga yang terkena banjir bandang" katanya.

Sri mengaku jika dirinya serta keluarga selamat dari musibah banjir bandang, namun rumahnya hancur dan rata dengan tanah setelah di terjang air banjir yang datang tiba-tiba.

"Saya harap agar pemerintah bisa membatu untuk bisa memberikan bantuan membangunkan rumah kami, karna harta benda saya habis hanyut terbawa banjir," ungkapnya.

Sekedar informasi bahwa enam kecamatan terdampak banjir bandang melanda Kabupaten Lebak, Banten. Sebanyak 2.066 Rumah warga rusak dan sejumlah orang hilang akibat terjangan air tersebut.

Berdasarkan data dihimpun, enam kecamatan terdampak banjir yakni Curug bitung, Sajira, Cipanas, Lebakgedong, Maja dan Cimarga. Dari enam kecamatan itu, wilayah Curug bitung dan Sajira.

Di Kecamatan Curug bitung, 336 rumah rusak berat, 17 rusak ringan dan masjid atau mushola 3 unit. Sedangkan di Kecamatan Sajira, 209 rumah rusak berat, 459 rusak ringan, dan merusak 4 jembatan serta 10 mushola.

Sementara di Kecamatan Cipanas, 74 rumah rusak berat, 185 rusak ringan, 7 jembatan penyeberangan dan 3 musala rusak. Kemudian di Kecamatan Lebakgedong 16 rumah dan 2 jembatan rusak berat.

Lalu di Kecamatan Maja 770 rumah dan 1 jembatan rusak berat. Sementara di Kecamatan Cimarga 4 jembatan rusak cukup parah. (*)