Golkar Optimis Menang di 2024, Tatu: Solid dan Bergerak

0
352

[BANTENESIA.COM] – DPD I Partai Golongan Karya (Golkar) Provinsi Banten menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) dengan Tema: Sukses Konsolidasi, Menang Pilkada, Pileg dan Pilpres 2024, Jum’at (16/4) di salah satu Hotel berbintang di Kota Serang.

Hadir dalam Rakerda ini, Wakil Ketua Bidang Koordinator Bappilu DPP Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia Tanjung, Wakil Sekjen Bidang Pemilihan Pemilu Jawa I DPP Partai Golkar Andika Hazrumy, Ketua DPD I Provinsi Banten Ratu Tatu Chasanah, Panitia Penyelenggara Adde Rosi Khoerunnisa, Ketua AMPG Provinsi Banten Pilar Saga Ichsan beserta para Pimpinan lainnya juga kader Partai Golkar se-Provinsi Banten.

Ahmad Doli Kurnia Tanjung dalam sambutannya, mengatakan, konsolidasi partai harus dimaksimalkan untuk menghadapi agenda politik 2024 mendatang. Karena diperkirakan pertengahan tahun ini, persiapan Pilkada 2024 sudah dimulai dengan berbagai tahapannya. 

Sementara itu, Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I Partai Golkar Provinsi Banten Ratu Tatu Chasanah, optimis bisa meraih kemenangan di tiga ajang sekaligus, yakni Pilkada, pileg, dan Pilpres 2024 mendatang.

“Alhamdulillah kami sudah menyelesaikan Rapat Kerja Daerah dan sekaligus mendapatkan arahan juga target dari DPP terkait Pilkada, Pileg dan Pilpres 2024 mendatang,” kata Tatu usai rapat kepada Bantenesia.com .

“Optimis dong, harus Optimis, jelas Optimis,” harapnya Ketua DPD I Partai Golkar Provinsi Banten yang juga sebagai Bupati Kabupaten Serang.

Ratu Tatu Chasanah juga mengatakan, para kader Golkar di Banten harus solid dan bergerak demi mencapai kemenangan di tiga kontestasi tersebut. Sebab menurut Tatu, tidak ada kemenangan tanpa kerja keras. Termasuk kader yang ingin nyaleg di pileg.

“DPP juga menginstruksikan kader Golkar yang ingin jadi kepala daerah harus bergerak. Semuanya harus bergerak kepada masyarakat, mendengarkan aspirasi masyarakat. Semaksimal mungkin bisa membantu apa yang menjadi persoalan-persoalan di masyarakat,” katanya.

Tatu menegaskan, jika ada kader yang kedapatan tidak solid atau keluar dari keputusan hasil Rakerda maka akan dikenakan sanksi sesuai aturan yang berlaku.

“Oh jelas ada (sanksi) dari DPP karena hasil Rakerda ini keputusan kedua tertinggi setelah Musda. Jadi tadi sudah diputuskan yang keluar dari keputusan Rakerda itu ya kena sanksi,” tegasnya. (Pou)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here