BNNP Banten Gelar Pengungkapan Kasus Narkotika Ganja dan Sabu

0
172

[BANTENESIA.COM] – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Banten menggagalkan penyelundupan narkotika jenis ganja sebanyak 1,3 kilogram dari Sumatera Utara, Aceh ke Pulau Jawa lewat jasa Kantor Pos.

Selain itu BNNP Banten juga menggagalkan pengiriman sabu 100 gram. Dalam pengungkapan kasus ganja, dua pelaku berinisial S dan MR diamankan. Sementara kasus sabu diamankan dua pelaku inisial NS dan JA.

Kepala BNNP Banten Brigjen Pol Hendri Marpaung mengungkapkan, pengungkapan kasus ganja bermula saat pihaknya mendapatkan informasi pengiriman melalui Kantor Pos pada Kamis, (13/1) lalu.

Kepala BNNP Banten Brigjen Pol Hendri Marpaung, SH .*

Baca juga: Ajak Kaum Milenial, BNNP Banten: ‘War On Drugs’

Tim BNNP Banten yang mengetahui itu langsung menelusurinya karena mencurigai satu paket yang diduga berisi ganja tidak jelas alamatnya. Pelaku MR yang saat mengambil paket berisi ganja ke kantor Pos di area Cilegon langsung dibekuk.

Dalam interogasi, pelaku MR mengelak paket sabu yang diambilnya bukan miliknya. Kepada petugas, dia mengaku disuruh oleh S. Tidak percaya dengan pengakuan MR, petugas kemudian mencari jejak S dikediamannya di Cilegon.

Petugas saat penggeledahan di kediaman S, menemukan tanaman yang diduga adalah ganja. Terdapat 6 pohon, masing-masing ditanam di dalam pot berukuran kecil.

“Saat ditangkap MR mengelak paket itu bukan miliknya tetapi milik S. Kemudian tim diantarnya melakukan penggeledahan di kediaman S ternyata di sana juga ditemukan tanaman ganja. Nah, S ini sedang mencoba menanam ganja sendiri,” katanya saat menyampaikan Pers Rilis pengungkapan kasus perkara narkotika di Kantor BNNP Banten, Rabu (27/1).

Pelaku S dalam menjalankan aksinya bergabung dalam satu komunitas yang melegalkan tanaman ganja sebagai obat untuk keperluan medis. Dengan modus itu, pelaku berani mengedarkan ganja di media sosial.

Beberapa barang bukti saat pengungkapan kasus narkotika ganja dan sabu, di kantor BNNP Banten.*

“Selain dijual lewat media sosial Instagram, MR juga menjual ganja untuk sesama teman di komunitasnya,” ujarnya.

Dalam penanganan perkara tersebut, BNNP Banten juga mengungkap penyelundupan sabu 100 gram. Dua pengedar berinisial NS dan JA asal Sumatera Utara ditangkap atas dugaan penyeludupan sabu yang akan di kirim ke Solo, Jawa Tengah.

Pada Sabtu, (23/1), keduanya ditangkap saat di Bandara Soekarno Hatta, Kota Tangerang. Keduanya diamankan kedapatan hendak menyelundupkan dengan menyembunyikan sabu di sepatu yang digunakan.

“Kalau tujuan sabu itu akan dibawa ke Solo, tapi karena mereka transit di Soekarno-Hatta jadi diamankan di Banten,” sambungnya.

Akibat perbuatannya, keempat pelaku akan terjerat Pasal 114 ayat 2, pasal 112 ayat 2, pasal 132 ayat 2 UU RI nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman penjara minimal 4 tahun dan maksimal 20 tahun.

Dalam upaya menekan peredaran narkotika di Banten, kata Hendri, BNNP Banten akan terus menyelidiki dimulai dari pengguna narkoba. Katanya kalau pengguna sudah berkurang maka produsen juga tidak akan menjual narkotika.

“Pengawasan pengguna narkotika akan lebih ketat lagi agar produsen berkurang,” pungkasnya. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here